Tidak semua rumah dijual dalam kondisi siap huni. Ada rumah warisan yang lama kosong, rumah kayu yang lantainya mulai lapuk, atau rumah yang atapnya sudah bocor di beberapa titik. Pemiliknya biasanya bertanya hal yang sama: lebih baik diperbaiki dulu supaya harganya naik, atau dijual apa adanya? Artikel ini membantu Anda menimbang keduanya dengan jujur.

Kenali Dulu Seberapa Berat Kerusakannya

Sebelum memutuskan apa pun, ketahui dulu kondisi rumah. Pisahkan kerusakan ke dalam tiga kelompok:

  • Kosmetik: cat kusam, keramik retak satu dua, plafon bernoda, halaman tidak terurus
  • Fungsional: atap bocor, talang rusak, instalasi listrik tua, saluran air mampet, kusen dimakan rayap
  • Struktural: pondasi turun, dinding retak lebar, lantai miring, tiang kayu lapuk pada rumah panggung

Untuk kelompok fungsional dan struktural, mintalah tukang atau kontraktor yang Anda percaya untuk melihat langsung dan memberi perkiraan biaya. Angka ini berguna dalam dua skenario: sebagai anggaran kalau Anda memilih memperbaiki, atau sebagai dasar negosiasi kalau Anda menjual apa adanya.

Di Banjarmasin dan kawasan rawa sekitarnya, masalah yang sering muncul adalah penurunan tanah dan kayu yang lapuk karena lembap. Artikel retak dinding dan penurunan tanah serta cek rayap rumah bisa membantu Anda mengenali tandanya.

Pilihan Pertama: Perbaiki Dulu, Baru Jual

Memperbaiki rumah sebelum dijual masuk akal kalau:

  • Kerusakannya ringan dan biayanya kecil dibanding harga rumah
  • Rumah berada di lingkungan yang dicari keluarga yang ingin langsung pindah
  • Anda punya dana dan waktu untuk mengawasi pekerjaan
  • Calon pembeli di kawasan itu kebanyakan memakai KPR, sehingga kondisi rumah memengaruhi taksiran bank

Prioritaskan perbaikan yang murah tetapi paling terlihat: tambal atap bocor, ganti keran dan lampu yang mati, cat ulang dengan warna netral, perbaiki pintu dan jendela yang macet, dan bersihkan halaman. Perbaikan seperti ini sering membuat rumah terasa jauh lebih layak tanpa menguras dana. Beberapa ide ada di artikel ide renovasi hemat.

Yang perlu diingat, renovasi besar jarang kembali modal penuh. Mengganti dapur dengan model mahal atau menambah lantai belum tentu membuat pembeli mau membayar sebesar biaya yang Anda keluarkan. Selera pembeli juga berbeda dengan selera Anda.

Pilihan Kedua: Jual Apa Adanya

Menjual apa adanya cocok kalau:

  • Kerusakannya berat dan biaya perbaikan sulit diperkirakan
  • Anda butuh dana cepat atau tinggal jauh dari rumah tersebut
  • Rumah dijual oleh beberapa ahli waris yang sulit sepakat soal biaya renovasi
  • Nilai utama properti ada di tanahnya, misalnya lokasi strategis di pinggir jalan besar

Pembeli rumah apa adanya biasanya punya profil tertentu: pembeli tunai, orang yang ingin membangun ulang, atau investor yang membeli, memperbaiki, lalu menjual atau menyewakan kembali. Mereka mengharapkan harga yang mencerminkan biaya dan risiko perbaikan. Untuk melihat cara mereka berhitung, baca strategi flipping rumah.

Keuntungan bagi Anda adalah prosesnya lebih cepat dan tidak ada risiko renovasi molor atau membengkak. Kerugiannya, harga jual lebih rendah dibanding rumah yang sama dalam kondisi baik.

Cara Menentukan Harga Rumah yang Perlu Renovasi

Cara paling masuk akal adalah mulai dari harga rumah serupa dalam kondisi baik di kawasan yang sama, lalu kurangi dengan:

  • Perkiraan biaya perbaikan yang realistis
  • Sedikit ruang untuk risiko, karena biaya renovasi hampir selalu lebih besar dari rencana
  • Waktu dan tenaga yang harus dikeluarkan pembeli

Contohnya secara sederhana: kalau rumah serupa yang sudah rapi laku di kisaran tertentu, dan biaya perbaikannya diperkirakan puluhan juta, pembeli wajar menawar di bawah selisih itu. Menetapkan harga terlalu dekat dengan rumah siap huni biasanya membuat rumah lama tidak laku. Penjelasan lebih lengkap soal penetapan harga ada di menentukan harga jual.

Lampirkan perkiraan biaya dari tukang atau kontraktor saat negosiasi. Angka tertulis membuat diskusi soal harga lebih tenang dan lebih cepat selesai.

Terbuka Soal Kerusakan

Apa pun pilihannya, sampaikan kerusakan yang Anda ketahui. Ada beberapa alasan:

  • Pembeli yang merasa dibohongi bisa membatalkan transaksi di tengah jalan, padahal Anda sudah membuang waktu berminggu-minggu
  • Cacat yang disembunyikan bisa berujung sengketa setelah akta ditandatangani
  • Keterbukaan membuat pembeli lebih percaya pada informasi lain yang Anda berikan

Cara praktisnya, buat daftar kerusakan yang diketahui dan berikan kepada calon pembeli yang serius. Sebutkan juga perbaikan yang pernah dilakukan dan kapan. Kalau ada riwayat banjir atau genangan, sampaikan juga.

Iklankan dengan Jujur dan Tepat Sasaran

Iklan rumah yang perlu renovasi sebaiknya tidak berpura-pura. Sebutkan di judul atau kalimat pertama bahwa rumah butuh perbaikan, lalu tonjolkan kelebihan yang tetap ada: luas tanah, lokasi, akses jalan, atau sertifikat yang jelas. Foto tetap perlu bagus, tetapi tunjukkan kondisi yang sebenarnya.

Dengan cara ini, yang menghubungi Anda adalah orang yang memang mencari rumah seperti itu. Anda tidak perlu melayani kunjungan dari orang yang langsung mundur begitu melihat lantainya.

Siapkan Rumah untuk Dilihat, Walau Apa Adanya

Menjual apa adanya bukan berarti membiarkan rumah tampak terbengkalai. Beberapa langkah kecil tetap membantu:

  • Bersihkan sampah, daun kering, dan barang bekas yang menumpuk
  • Potong rumput dan semak supaya halaman dan batas tanah terlihat jelas
  • Nyalakan listrik dan air kalau memungkinkan, agar pembeli bisa mengecek instalasinya
  • Siapkan kunci semua ruangan, termasuk gudang dan loteng

Pembeli rumah yang perlu renovasi ingin melihat masalahnya dengan jelas. Rumah yang bersih membuat mereka lebih mudah menilai biaya perbaikan, dan penilaian yang jelas biasanya berujung pada tawaran yang lebih masuk akal.

Dokumen Tetap Harus Beres

Kondisi bangunan boleh kurang bagus, tetapi dokumen tidak boleh. Sertifikat, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) atau Izin Mendirikan Bangunan (IMB) kalau ada, dan bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang lunas membuat rumah tetap menarik bagi pembeli tunai maupun investor. Kalau rumah berasal dari warisan, urus dulu surat keterangan ahli waris dan kesepakatan semua ahli waris sebelum memasarkan.

Penutup

Perbaiki dulu kalau kerusakannya kecil, murah, dan langsung terlihat. Jual apa adanya kalau kerusakannya berat, dana atau waktu terbatas, atau nilai utama properti ada di tanahnya. Dalam kedua kasus, hitung harga dengan realistis, tulis kerusakan dengan jujur, dan pastikan dokumen siap.

Kalau Anda ragu memilih jalur mana untuk rumah Anda di Banjarmasin atau sekitarnya, Vorneo Property bisa membantu melihat kondisi rumah dan menimbang harganya bersama Anda.