Iklan yang bagus membuat orang tertarik, tetapi keputusan membeli rumah hampir selalu terjadi setelah calon pembeli datang dan melihat sendiri. Di momen itu, rumah Anda dinilai dari bau, cahaya, kebersihan, sampai suara tetangga. Artikel ini membahas cara menyiapkan open house atau kunjungan calon pembeli supaya rumah tampil apa adanya dengan kesan terbaik, tanpa mengorbankan keamanan Anda.
Open House atau Kunjungan Satu per Satu
Open house berarti rumah dibuka pada waktu tertentu untuk siapa saja yang tertarik, misalnya Sabtu pukul 09.00 sampai 12.00. Cara ini efisien kalau peminatnya cukup banyak, dan kehadiran beberapa calon pembeli di waktu yang sama sering membuat mereka lebih cepat memutuskan.
Kunjungan satu per satu lebih umum di Kalimantan Selatan. Calon pembeli menghubungi, lalu dijadwalkan datang sesuai waktu yang cocok. Cara ini lebih pribadi dan memberi ruang bagi pembeli untuk bertanya panjang lebar.
Anda tidak harus memilih salah satu. Banyak penjual memulai dengan satu atau dua hari open house setelah iklan tayang, lalu melayani kunjungan per janji untuk peminat yang datang belakangan.
Siapkan Rumah Sebelum Pintu Dibuka
Persiapan fisik tidak harus mahal. Yang penting rumah terlihat bersih, terang, dan terawat. Artikel mempersiapkan rumah sebelum dijual membahasnya lebih rinci, tetapi untuk hari kunjungan, fokus pada hal berikut:
- Rapikan barang pribadi seperti foto keluarga, tumpukan baju, dan dokumen di meja
- Buka semua jendela dan nyalakan lampu, termasuk di kamar mandi dan dapur
- Bersihkan kamar mandi sampai benar-benar kering, karena lantai licin dan bau lembap langsung tercatat di kepala pembeli
- Pastikan halaman depan rapi, rumput dipotong, dan sampah sudah dibuang
- Singkirkan bau masakan atau hewan peliharaan, cukup dengan ventilasi yang baik
Di Banjarmasin, kelembapan dan bau tanah basah sering terasa di rumah yang lama tertutup. Buka rumah setidaknya satu jam sebelum tamu datang supaya udaranya berganti.
Jangan Menutupi Kerusakan
Ada godaan untuk mengecat ulang bekas rembesan di plafon atau menaruh lemari di depan dinding retak. Sebaiknya jangan. Pembeli yang teliti biasanya akan menemukannya, dan begitu itu terjadi, kepercayaan langsung turun. Lebih baik sampaikan terus terang, lalu jelaskan apa penyebabnya dan apakah sudah diperbaiki.
Kalau rumah memang butuh banyak perbaikan, strateginya berbeda. Kami membahasnya di artikel menjual rumah yang perlu renovasi.
Atur Jadwal dengan Rapi
Jadwal yang jelas memudahkan Anda dan terlihat profesional di mata pembeli.
- Pilih waktu dengan cahaya alami yang bagus, umumnya pagi sampai menjelang siang
- Hindari jam sangat panas di siang bolong kalau rumah tidak memakai pendingin ruangan
- Kalau rumah berada di kawasan yang rawan tergenang saat pasang atau hujan deras, jangan sembunyikan itu dengan memilih jadwal hanya di hari cerah. Pembeli yang tahu belakangan akan merasa dibohongi
- Beri jeda antar-kunjungan supaya tamu tidak saling menunggu di depan pintu
Catat nama dan nomor telepon setiap orang yang membuat janji. Ini berguna untuk keamanan dan untuk menghubungi mereka lagi.
Keamanan Barang dan Data
Membuka rumah untuk orang yang belum dikenal selalu ada risikonya. Langkah sederhana berikut membantu:
- Simpan perhiasan, uang tunai, gawai, kunci cadangan, dan obat-obatan di tempat terkunci atau bawa keluar rumah
- Simpan sertifikat asli, buku nikah, dan dokumen pribadi lain di luar jangkauan, jangan cuma di laci kamar
- Jangan biarkan tamu berkeliling sendirian, terutama di kamar tidur
- Usahakan ada minimal dua orang dari pihak penjual di rumah selama open house
- Kalau ada tamu yang datang tanpa janji dan terasa mencurigakan, Anda berhak menolak dengan sopan
Hati-hati juga dengan permintaan dokumen terlalu dini. Calon pembeli yang belum menawar sama sekali tetapi mendesak meminta foto sertifikat asli patut diwaspadai. Artikel menghindari penipuan properti menjelaskan pola-pola yang perlu dikenali.
Siapkan Informasi yang Akan Ditanyakan
Pertanyaan calon pembeli biasanya mirip. Siapkan jawabannya supaya tidak ada kesan menutupi:
- Jenis sertifikat dan atas nama siapa
- Luas tanah dan luas bangunan sesuai sertifikat dan PBG
- Daya listrik dan sumber air (PDAM, sumur, atau keduanya)
- Riwayat banjir atau genangan di jalan depan rumah
- Tagihan rutin seperti iuran lingkungan dan PBB
- Alasan menjual, cukup dijawab singkat dan jujur
Satu lembar ringkasan berisi data di atas, ditaruh di meja ruang tamu, sangat membantu. Pembeli bisa memotretnya dan membandingkan dengan rumah lain yang mereka lihat.
Biarkan Calon Pembeli Melihat dengan Tenang
Kesalahan yang sering terjadi adalah pemilik terlalu bersemangat menjelaskan. Calon pembeli butuh ruang untuk membayangkan diri mereka tinggal di rumah itu. Sambut dengan ramah, tawarkan untuk berkeliling, lalu beri jarak.
Kalau mereka ingin menyalakan keran, membuka lemari dapur, atau mengecek meteran listrik, persilakan. Pembeli yang memeriksa dengan teliti justru pembeli yang serius.
Kumpulkan Masukan Setelah Kunjungan
Setelah setiap kunjungan, catat apa yang Anda dengar:
- Bagian rumah yang mereka suka
- Keberatan yang mereka sebut, misalnya kamar terlalu kecil, jalan sempit, atau harga
- Apakah mereka bertanya soal KPR, cara bayar, atau waktu serah terima
Kalau beberapa orang menyebut keberatan yang sama, itu sinyal penting. Bisa jadi harganya perlu ditinjau lagi, atau ada perbaikan kecil yang layak dikerjakan. Panduan menentukan harga jual bisa membantu menimbang ulang angkanya.
Hubungi lagi calon pembeli yang terlihat tertarik dalam satu atau dua hari. Cukup tanyakan apakah ada hal yang ingin mereka ketahui lagi, tanpa mendesak.
Kapan Melibatkan Agen
Mengurus kunjungan sendiri bisa menyita akhir pekan berbulan-bulan, apalagi kalau Anda tinggal jauh dari rumah yang dijual. Agen yang baik menyaring calon pembeli sebelum mereka datang, menjadwalkan kunjungan, dan menemani di lokasi. Pertimbangkan juga apakah biaya komisi sebanding dengan waktu dan risiko yang Anda hemat.
Penutup
Open house dan kunjungan calon pembeli adalah saat rumah Anda benar-benar diuji. Siapkan rumah yang bersih dan terang, jadwal yang rapi, barang dan dokumen yang aman, serta jawaban jujur untuk pertanyaan yang pasti muncul. Catat masukan dari setiap tamu dan gunakan untuk memperbaiki langkah berikutnya.
Kalau Anda ingin rumah Anda dipasarkan dan kunjungannya diatur oleh tim yang mengenal Banjarmasin dan sekitarnya, Vorneo Property bisa membantu lewat layanan titip jual.