Banyak pemilik rumah ingin menjual sendiri agar tidak perlu membayar komisi. Itu pilihan yang wajar dan cukup banyak rumah terjual dengan cara ini. Namun menjual sendiri berarti Anda mengerjakan semua yang biasanya diurus agen: menentukan harga, memasarkan, menerima calon pembeli, menjawab pertanyaan, bernegosiasi, sampai mengawal proses di notaris. Artikel ini membahas langkahnya satu per satu, dan secara jujur juga kapan agen benar-benar membantu.

Tentukan Harga dengan Data, Bukan Perasaan

Kesalahan paling umum penjual pemula adalah memasang harga dari angka yang diinginkan, bukan dari harga pasar. Rumah yang dirawat dengan penuh kenangan terasa lebih berharga bagi pemiliknya daripada bagi pembeli.

Cara yang lebih jujur:

  • Cari rumah sejenis di lingkungan yang sama atau berdekatan, dengan luas tanah, luas bangunan, dan kondisi yang mirip.
  • Bedakan harga yang ditawarkan di iklan dan harga yang benar-benar terjual. Tanyakan ke tetangga atau ketua RT jika ada rumah yang baru laku.
  • Perhitungkan kekurangan rumah Anda, misalnya lantai yang lebih rendah dari jalan, akses masuk sempit, atau atap yang perlu diperbaiki.
  • Sisakan ruang negosiasi yang wajar, karena hampir semua pembeli akan menawar.

Panduan lengkapnya ada di artikel menentukan harga jual rumah.

Siapkan Rumah dan Foto yang Baik

Pembeli membentuk kesan pertama dari foto, bukan dari kunjungan. Bersihkan rumah, rapikan barang, perbaiki yang kecil-kecil seperti keran bocor atau lampu mati, dan potong rumput halaman. Lalu ambil foto di siang hari dengan pencahayaan alami.

Foto yang membantu biasanya mencakup tampak depan, ruang tamu, dapur, setiap kamar, kamar mandi, halaman, dan jalan di depan rumah. Jangan lupa foto yang jujur soal kondisi, karena pembeli yang datang lalu kecewa hanya membuang waktu Anda. Tips persiapannya ada di artikel mempersiapkan rumah untuk dijual dan foto properti yang menarik.

Pasang Iklan yang Lengkap

Iklan yang baik menjawab pertanyaan sebelum ditanyakan. Tuliskan:

  • Lokasi, cukup nama kompleks atau jalan dan kelurahannya.
  • Luas tanah dan luas bangunan.
  • Jumlah kamar tidur dan kamar mandi.
  • Jenis sertifikat, misalnya Sertifikat Hak Milik (SHM) atau Hak Guna Bangunan (HGB).
  • Daya listrik, sumber air, dan kondisi jalan.
  • Harga, dan apakah masih bisa dinego.

Sebarkan di tempat yang dilihat pembeli di daerah Anda: portal properti, grup media sosial jual beli lokal, dan spanduk di depan rumah. Sertakan nomor yang memang Anda angkat, karena calon pembeli yang tidak mendapat jawaban cepat biasanya pindah ke rumah lain.

Menerima Calon Pembeli dengan Aman

Saat iklan mulai berjalan, Anda akan menerima telepon, pesan, dan permintaan kunjungan. Beberapa kebiasaan yang membantu:

  • Saring dulu lewat telepon. Tanyakan kebutuhan, rencana pembayaran (tunai atau KPR), dan kapan ingin pindah. Ini menghemat waktu untuk pembeli yang belum serius.
  • Jangan menerima tamu sendirian. Minta anggota keluarga menemani saat kunjungan.
  • Simpan barang berharga. Perhiasan, dokumen, dan barang kecil yang mudah dibawa sebaiknya disimpan dulu.
  • Kumpulkan kunjungan. Jika memungkinkan, atur beberapa calon pembeli di hari yang sama agar Anda tidak menunggu di rumah setiap hari.
  • Catat masukan. Apa yang sering dikeluhkan calon pembeli bisa menjadi petunjuk harga atau perbaikan.

Hati-hati juga dengan modus penipuan yang menyasar penjual, misalnya orang yang meminta salinan sertifikat lebih dulu, meminta Anda mentransfer โ€œbiaya cekโ€ ke rekening tertentu, atau mendesak membuat surat kuasa. Sertifikat asli hanya diserahkan ke notaris atau PPAT, bukan ke pembeli langsung.

Negosiasi dan Tanda Jadi

Saat ada pembeli serius, sepakati harga, cara bayar, jadwal pelunasan, dan siapa menanggung biaya apa. Tuangkan kesepakatan awal secara tertulis, termasuk besar tanda jadi dan apa yang terjadi jika salah satu pihak membatalkan. Untuk pembeli yang memakai KPR, kesepakatan perlu memperhitungkan kemungkinan pinjaman tidak disetujui atau nilai taksiran bank lebih rendah dari harga jual.

Dokumen dan Proses di Notaris

Pilih notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) di wilayah tempat rumah berada. PPAT akan memeriksa sertifikat ke kantor pertanahan, memastikan pajak dibayar, lalu membuat Akta Jual Beli (AJB) dan mengurus balik nama.

Sebagai penjual, siapkan sertifikat asli, PBG atau IMB jika ada, bukti lunas PBB, KTP, Kartu Keluarga, buku nikah jika rumah merupakan harta bersama, dan NPWP. Penjual juga menanggung Pajak Penghasilan (PPh) atas penjualan, sedangkan pembeli menanggung Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Tarif dan cara hitungnya bisa ditanyakan ke PPAT. Gambaran umumnya ada di artikel pajak jual beli properti.

Untuk pembayaran, hindari uang tunai dalam jumlah besar. Transfer bank lebih aman dan tercatat. Serahkan kunci setelah dana pelunasan benar-benar masuk ke rekening Anda.

Jika rumah masih dalam cicilan KPR, urusannya sedikit lebih panjang karena sertifikat masih dipegang bank. Sisa utang perlu dilunasi dulu, biasanya dari uang pembeli, sebelum sertifikat bisa diambil dan dialihkan. Bicarakan alurnya dengan bank dan PPAT sejak awal agar pembeli tidak ragu.

Kapan Agen Lebih Masuk Akal

Menjual sendiri cocok jika Anda tinggal dekat rumahnya, punya waktu untuk menerima tamu, dan dokumennya rapi. Ada kondisi di mana agen biasanya membantu:

  • Anda tinggal di luar kota atau luar pulau dan tidak bisa sering datang.
  • Anda tidak punya waktu untuk mengangkat telepon dan mengantar kunjungan.
  • Dokumennya rumit, misalnya rumah warisan dengan banyak ahli waris atau sertifikat yang masih atas nama orang tua.
  • Rumah sudah lama diiklankan tanpa hasil dan Anda butuh jangkauan pembeli yang lebih luas.
  • Anda tidak nyaman bernegosiasi langsung dengan pembeli.

Agen yang baik bekerja dengan komisi yang disepakati di depan dan hanya dibayar saat rumah terjual. Cara kerja komisi dibahas di artikel komisi agen properti.

Penutup

Menjual rumah sendiri bisa berjalan baik jika harganya sesuai pasar, iklannya lengkap, kunjungannya aman, dan prosesnya dikawal notaris atau PPAT. Ukur juga waktu dan tenaga yang Anda punya sebelum memutuskan. Jika di tengah jalan Anda ingin pendapat soal harga atau butuh bantuan pemasaran untuk rumah di Kalimantan Selatan, tim Vorneo Property bisa membantu.