Atap adalah bagian rumah yang paling jarang dilihat pembeli. Saat survei, perhatian biasanya tertuju ke dapur, kamar, dan lantai. Padahal perbaikan atap bisa menjadi biaya terbesar setelah membeli rumah bekas, apalagi kalau rangkanya ikut rusak.
Di Kalimantan Selatan yang curah hujannya tinggi, atap dan talang bekerja keras sepanjang tahun. Panduan ini membantu Anda membaca tanda masalah dari bawah, dari ruang atas plafon, dan dari luar rumah.
Mulai dari plafon
Plafon adalah cermin atap. Berdiri di tiap ruangan dan lihat ke atas, terutama di sudut dan di dekat dinding luar.
Tanda yang perlu dicatat:
- Noda melingkar berwarna kuning atau cokelat. Ini bekas air yang merembes lalu kering.
- Plafon gipsum melendut atau retak memanjang. Gipsum yang pernah basah kehilangan kekuatannya.
- Cat mengelupas di bagian atas dinding, tepat di bawah atap.
- Bercak hitam atau jamur, biasanya di kamar mandi atau ruangan yang jarang dibuka.
- Bau apak saat masuk ruangan yang tertutup.
Noda yang baru dicat ulang kadang masih samar terlihat. Arahkan senter ponsel dari samping, sejajar dengan plafon, supaya perbedaan warna dan tekstur lebih jelas. Kalau satu titik dicat lebih baru dari sekitarnya, tanyakan alasannya.
Naik ke ruang atas plafon
Kalau ada lubang akses, biasanya di plafon kamar mandi atau gang, minta izin melihat ke atas dengan senter. Tidak perlu masuk penuh, kepala dan bahu saja sudah cukup untuk melihat banyak hal. Hati-hati, karena plafon gipsum tidak kuat diinjak.
Yang dicari di atas:
- Cahaya dari luar. Celah kecil di genteng atau seng terlihat jelas dari dalam saat siang.
- Bekas aliran air di kayu, baja ringan, atau di atas plafon.
- Sarang hewan atau kotoran tikus dan kelelawar.
- Kabel listrik yang menggantung atau sambungannya tidak rapi. Bahasan lengkapnya ada di artikel cek listrik rumah bekas.
Rangka baja ringan
Banyak rumah yang dibangun dalam dua dekade terakhir memakai rangka atap baja ringan. Bahannya tahan rayap, tetapi bukan berarti bebas masalah.
Periksa:
- Karat, terutama di dekat talang, di bawah titik bocor, dan di ujung rangka yang dekat dinding luar.
- Sekrup dan sambungan. Karat sering mulai dari sekrup atau dari lapisan yang tergores saat pemasangan.
- Batang yang melengkung atau tampak tidak lurus. Ini bisa tanda beban berlebih atau pemasangan yang kurang tepat.
Rumah di dekat pantai atau sungai yang lembap perlu perhatian lebih, karena udara lembap mempercepat karat.
Rangka kayu
Rumah lama dan rumah panggung umumnya memakai rangka kayu. Kayu ulin sangat awet, tetapi tidak semua bagian rangka memakai ulin.
Periksa:
- Kayu lapuk yang terasa lunak saat ditekan dengan obeng.
- Bekas rayap, seperti lorong tanah atau kayu yang berbunyi kopong saat diketuk. Panduannya ada di artikel cek rayap rumah.
- Kuda-kuda yang turun atau bubungan yang tampak melengkung dari luar.
Penutup atap dari luar
Lihat atap dari halaman, dari jalan, atau dari lantai dua rumah tetangga kalau memungkinkan. Teropong atau kamera ponsel dengan zoom membantu.
- Genteng retak, bergeser, atau lumutan tebal.
- Seng atau spandek berkarat, berlubang, atau pakunya lepas.
- Sirap kayu yang terangkat atau hilang.
- Bubungan dan pertemuan atap yang adukannya retak.
- Pertemuan atap dengan dinding, tempat yang sering bocor kalau penutup sambungannya rusak.
Talang
Talang yang buruk membuat air meluap ke dinding dan plafon, bahkan kalau atapnya sendiri masih bagus.
- Talang tersumbat daun atau sampah. Lihat apakah ada pohon besar di dekat rumah.
- Talang tengah di antara dua atap, umum di rumah deret, sering menjadi sumber bocor yang sulit dilacak. Lihat plafon tepat di bawahnya.
- Talang berkarat atau sambungannya bocor.
- Pipa turun yang buntu atau buangannya langsung ke dinding atau pondasi.
- Kemiringan talang yang salah sehingga air menggenang.
Perhatikan juga ke mana air hujan dibuang. Di tanah rawa seperti di Banjarmasin, buangan yang tidak tersalur ke saluran bisa menggenangi halaman. Cara membaca saluran air ada di artikel memeriksa saluran air.
Atap dan panas di dalam rumah
Atap tidak hanya soal bocor. Di iklim tropis, atap juga menentukan seberapa panas rumah di siang hari. Saat survei siang hari, rasakan suhu di kamar lantai atas atau ruangan yang langsung di bawah atap.
Beberapa hal yang bisa Anda tanyakan atau lihat:
- Apakah ada lapisan peredam panas di bawah penutup atap, misalnya aluminium foil.
- Apakah ada ventilasi di ruang atas plafon, seperti lubang angin di dinding segitiga atap.
- Seberapa tinggi plafon dari lantai, karena plafon rendah di bawah atap seng terasa jauh lebih panas.
Masalah panas bisa diperbaiki, tetapi tetap ada biayanya. Ide penyesuaiannya ada di artikel rumah sejuk di iklim tropis.
Waktu terbaik untuk mengecek
Datanglah saat hujan deras atau tidak lama sesudahnya. Kebocoran, rembesan, dan talang yang meluap terlihat langsung. Tips survei di musim berbeda ada di artikel survei properti musim hujan dan kemarau.
Kalau tidak bisa datang saat hujan, tanyakan langsung ke penjual: kapan terakhir atap diperbaiki, bagian mana, dan oleh siapa. Minta nota atau foto kalau ada.
Kalau menemukan masalah
Temuan di atap bukan alasan otomatis untuk mundur. Yang penting Anda tahu skalanya:
- Catat dan foto setiap temuan.
- Minta tukang atau kontraktor yang Anda percaya memeriksa dan memberi perkiraan biaya tertulis.
- Bedakan perbaikan kecil (ganti beberapa genteng, bersihkan talang) dan perbaikan besar (ganti rangka atau seluruh penutup).
- Pakai perkiraan biaya itu sebagai dasar menawar, atau minta penjual memperbaikinya sebelum serah terima.
Ringkasnya
Mulai dari plafon, naik ke ruang atas dengan senter, lihat penutup atap dari luar, lalu periksa talang dan buangannya. Datang saat hujan kalau bisa. Masukkan biaya perbaikan atap ke dalam perhitungan sebelum menawar, bukan setelah pindah.
Kalau Anda sedang mencari rumah bekas di Banjarmasin atau sekitarnya, tim Vorneo Property bisa menemani survei dan membantu mencatat kondisi rumah sebelum Anda menawar.