Instalasi listrik tersembunyi di balik dinding dan plafon, jadi jarang diperiksa serius saat survei. Padahal kabel tua dan sambungan asal-asalan bisa berujung pada korsleting, alat rusak, atau kebakaran.

Panduan ini untuk Anda yang akan membeli atau menyewa rumah bekas, termasuk ruko dan gudang. Isinya hal yang bisa dicek sendiri, tanda bahaya yang perlu dicatat, serta urusan balik nama dan tambah daya di PLN.

Daya dan jenis meteran

Mulailah dari kotak meter PLN di depan rumah.

Daya listrik rumah tangga dari PLN bertingkat, antara lain 450, 900, 1.300, 2.200, 3.500, 4.400, dan 5.500 VA. Daya rumah tercantum di struk token atau rekening listrik, dan bisa dicek di aplikasi PLN Mobile dengan nomor meter atau ID pelanggan. Pembatas arus di kotak meter dipasang PLN sesuai daya itu.

Tanyakan apakah daya itu cukup untuk kebutuhan Anda. Buat daftar alat yang akan dipakai bersamaan, seperti AC, pompa air, pemanas air, dan kompor listrik. Kalau rencananya lebih banyak, tambah daya mungkin perlu. Tanyakan juga apakah rumah memakai lebih dari satu meteran, misalnya untuk bagian yang disewakan.

Ada dua jenis meteran:

  • Prabayar (token). Lihat sisa token dan perhatikan apakah meteran berbunyi peringatan. Catat angka sisa token saat serah terima.
  • Pascabayar. Minta rekening beberapa bulan terakhir dan bukti bayarnya. Tunggakan tercatat pada sambungan rumah itu, jadi sepakati secara tertulis bahwa tagihan sampai serah terima ditanggung penjual.

Periksa juga segel meteran. Segel yang rusak atau kabel yang menyambung sebelum meteran adalah tanda bahaya, dan pelanggaran seperti itu bisa dikenai sanksi oleh PLN. Minta penjual membereskannya dengan PLN sebelum serah terima.

Buka panel MCB

Di dalam rumah biasanya ada panel berisi MCB (miniature circuit breaker), pemutus arus otomatis yang membagi listrik ke beberapa kelompok. Buka tutupnya dan perhatikan:

  • Pembagian kelompok. Apakah ada label yang menunjukkan ruangan mana yang dilayani setiap MCB? Kalau tidak ada, minta penjual atau tukang listrik menunjukkan pembagiannya.
  • Kondisi fisik. Tidak ada bekas hangus, kabel longgar, atau tutup yang pecah.
  • Sekering lama. Kalau rumah masih memakai sekering model lama, instalasinya kemungkinan sudah tua.
  • Pengaman arus bocor, yang biasa disebut ELCB atau RCCB. Alat ini memutus listrik ketika ada arus bocor dan melindungi penghuni dari sengatan. Tanyakan apakah ada, lalu coba tombol ujinya.
  • Letak panel. Mudah dijangkau, kering, dan di rumah yang rawan banjir berada di atas batas genangan.

Daftar periksa bagian rumah yang lain ada di daftar periksa survei rumah bekas.

Kabel, stopkontak, dan arde

Tanyakan kapan instalasi terakhir diganti. Rumah lama bisa saja masih memakai kabel aslinya.

  • Kabel. Lihat kabel yang terlihat di plafon, gudang, atau kolong. Isolasi yang retak, getas, atau berubah warna adalah tanda kabel tua. Kabel yang menempel langsung di kayu tanpa pipa pelindung juga perlu dicatat.
  • Sambungan. Sambungan yang hanya dililit isolasi dan disembunyikan di plafon adalah titik rawan.
  • Kabel roll permanen. Banyak stopkontak tambahan yang menumpuk menandakan titik listrik di rumah itu kurang.
  • Stopkontak. Cari yang longgar, retak, atau menghitam. Colokkan pengisi daya ponsel ke beberapa stopkontak untuk memastikan semuanya hidup.
  • Arde. Arde atau pembumian mengalirkan arus bocor ke tanah. Lihat apakah stopkontak punya kontak arde, lalu minta tukang listrik mengecek apakah kabel ardenya benar-benar tersambung ke batang arde di tanah.

Kualitas instalasi juga mencerminkan kualitas pengerjaan rumah secara umum, seperti dibahas di artikel tanda rumah berkualitas.

Tanda bahaya yang perlu dicatat

  • Bekas hangus di sekitar stopkontak, saklar, atau fitting lampu.
  • Bau terbakar atau bau plastik meleleh.
  • Stopkontak atau saklar yang terasa hangat.
  • Bunyi mendengung atau berderak dari panel atau stopkontak.
  • Lampu berkedip atau meredup saat AC atau pompa menyala.
  • MCB yang sering turun.
  • Steker atau ujung kabel alat yang meleleh.
  • Rasa kesetrum saat menyentuh peralatan, keran, atau pagar besi.

Satu saja dari tanda ini cukup untuk meminta tukang listrik memeriksa sebelum Anda menawar.

Rumah kayu dan risiko kebakaran

Di rumah kayu, satu sambungan yang panas sudah cukup untuk memulai api. Di permukiman kayu yang rapat, seperti di sebagian tepi sungai di Banjarmasin, api juga bisa cepat menjalar ke rumah tetangga.

Yang perlu diperhatikan di rumah kayu:

  • Kabel di dalam pipa pelindung, tidak menempel langsung di papan.
  • Sambungan di dalam kotak sambung, bukan menggantung di plafon.
  • Beban tidak berlebihan pada satu stopkontak atau satu kelompok MCB.
  • Lampu yang panas, seperti lampu sorot, tidak menempel ke papan atau plafon kayu.
  • Alat pemadam api ringan (APAR) di tempat yang mudah dijangkau, dan semua penghuni tahu letak panel MCB.

Rumah yang pernah terendam, misalnya saat banjir Januari 2021 di Kalimantan Selatan, juga perlu perhatian. Tanyakan apakah stopkontak, panel, dan kabel yang terendam sudah diganti, dan berapa tinggi letak stopkontak dari lantai.

Balik nama dan tambah daya di PLN

Setelah rumah berpindah tangan, ubah nama pelanggan PLN ke nama Anda. Tagihan, pemberitahuan, dan permohonan tambah daya nanti akan lebih mudah diurus.

  • Balik nama diajukan lewat aplikasi PLN Mobile atau kantor PLN. Siapkan KTP dan bukti kepemilikan atau pembelian rumah. PLN akan menyebutkan syarat dan biayanya, kalau ada.
  • Tambah daya juga diajukan lewat PLN Mobile atau kantor PLN. Biayanya bergantung pada besar daya. Sebelum mengajukan, minta tukang listrik mengecek apakah kabel dan MCB di dalam rumah sanggup menanggung beban baru.
  • Sertifikat Laik Operasi (SLO) disyaratkan untuk instalasi baru. Kalau Anda merombak instalasi atau menambah daya, tanyakan ke PLN apakah perlu pemeriksaan dan SLO baru.

Listrik tiga fasa untuk ruko dan gudang

Rumah umumnya memakai listrik satu fasa. Usaha dengan mesin, kompresor, pompa besar, atau banyak AC sering membutuhkan listrik tiga fasa.

Sebelum membeli atau menyewa ruko dan gudang:

  • Tanyakan apakah bangunan sudah memakai tiga fasa dan berapa dayanya.
  • Periksa panel dan kabel utamanya bersama tukang listrik.
  • Kalau perlu tambah daya atau pindah ke tiga fasa, tanyakan ke PLN lebih dulu. PLN yang akan menilai apakah jaringan di lokasi itu mencukupi.
  • Bagi penyewa, sepakati secara tertulis siapa yang membayar penambahan daya dan apa yang terjadi saat sewa berakhir.

Langkah berikutnya

Saat survei, catat daya, jenis meteran, kondisi panel, dan tanda bahaya. Untuk rumah tua atau rumah kayu, minta tukang listrik memeriksa sebelum harga final, lalu gunakan perkiraan biaya perbaikannya untuk menawar. Sebelum serah terima, bereskan tagihan, catat angka meteran, dan rencanakan balik nama. Urusan lain di minggu pertama ada di checklist pindah rumah.

Kalau Anda sedang mencari rumah, ruko, atau gudang, daftar yang sedang dipasarkan Vorneo ada di halaman properti.