Kebutuhan rumah berubah begitu ada anak. Hal yang dulu tidak terpikir, seperti tinggi pagar balkon, letak stopkontak, atau parit di depan rumah, tiba-tiba jadi penting. Kabar baiknya, banyak hal yang membuat rumah ramah anak bisa dicek saat survei, dan sebagian lagi bisa diperbaiki dengan biaya kecil setelah pindah.
Artikel ini membahas apa yang perlu Anda perhatikan saat memilih atau menata rumah untuk keluarga dengan anak, dari dalam rumah sampai lingkungan sekitarnya.
Tata Letak yang Mudah Diawasi
Orang tua menghabiskan banyak waktu di dapur. Rumah yang dapurnya terbuka ke ruang keluarga atau halaman membuat Anda bisa memasak sambil melihat anak bermain. Saat survei, berdiri di dapur dan lihat sekeliling: apakah ruang tengah terlihat? Apakah pintu depan terlihat?
Beberapa hal lain yang membantu:
- Kamar anak dekat dengan kamar orang tua, terutama saat anak masih kecil.
- Kamar mandi yang mudah dijangkau dari ruang keluarga, supaya anak tidak perlu melewati area berbahaya seperti dapur atau garasi.
- Ruang tengah yang cukup lapang untuk bermain di lantai, bukan hanya jalur lalu lalang.
Tidak perlu rumah besar. Rumah tipe kecil pun bisa nyaman kalau ruangnya tidak terpotong-potong. Kalau Anda masih bingung membaca ukuran rumah, panduan arti tipe rumah bisa membantu.
Tangga, Jendela, dan Balkon
Untuk rumah dua lantai, tangga adalah titik yang paling perlu diperiksa. Perhatikan apakah anak tangganya terlalu tinggi atau terlalu sempit, apakah ada pegangan di sisi yang terbuka, dan apakah celah di antara jeruji pagarnya cukup rapat sehingga anak tidak bisa menyelip. Tangga tanpa pagar samping atau dengan jeruji horizontal yang bisa dipanjat perlu diperbaiki.
Pasang pagar pengaman (baby gate) di atas dan bawah tangga selama anak masih balita. Pastikan dinding di sekitar tangga cukup kuat untuk memasangnya.
Jendela lantai atas dan balkon juga perlu dicek. Jendela yang ambangnya rendah bisa dipanjat anak dengan bantuan kursi atau kasur. Pengunci jendela atau teralis yang bisa dibuka dari dalam saat darurat adalah jalan tengah yang baik. Untuk balkon, lihat tinggi pagarnya dan apakah ada pijakan yang membuat anak bisa naik.
Listrik, Dapur, dan Kamar Mandi
Stopkontak yang terlalu rendah dan kabel yang menjuntai menarik perhatian anak. Tutup stopkontak yang tidak dipakai dengan penutup pengaman, dan pastikan instalasi listrik rumah dalam kondisi baik. Untuk rumah bekas, cek listrik rumah bekas sebelum membeli, termasuk ada tidaknya pengaman arus bocor.
Di dapur, letakkan kompor dan gas jauh dari jangkauan, pasang pengunci pada lemari bawah yang berisi sabun dan bahan pembersih, dan simpan pisau di tempat tinggi.
Kamar mandi adalah tempat jatuh yang paling umum. Lantai yang licin, bak air tanpa tutup, dan ember berisi air semuanya berisiko untuk balita. Pilih lantai bertekstur, beri tutup pada bak, dan jangan biarkan ember berisi air tanpa pengawasan.
Ruang Bermain di Dalam dan di Luar
Anak butuh tempat bergerak. Di dalam rumah, sudut ruang keluarga dengan karpet dan rak mainan sering sudah cukup. Di luar, halaman kecil yang terlihat dari dalam rumah lebih berguna daripada halaman luas di sisi yang tidak terlihat.
Perhatikan permukaan halaman. Paving dan semen panas di siang hari dan keras saat anak jatuh, sementara rumput dan tanah lebih lunak tetapi bisa becek saat musim hujan. Untuk ide menata halaman sempit, lihat panduan taman minimalis.
Cuaca panas juga perlu dipikirkan. Ruang bermain yang terkena matahari sore akan jarang dipakai. Peneduh, kanopi, atau pohon membuat halaman lebih nyaman.
Air di Sekitar Rumah: Risiko yang Sering Terlupakan
Di Banjarmasin dan banyak kota di Kalimantan Selatan, sungai, parit, dan kanal ada di mana-mana. Banyak rumah berdiri persis di tepi sungai atau di atas lahan rawa dengan kolong rumah yang terbuka. Untuk anak kecil, ini risiko yang serius.
Saat survei, cek hal-hal berikut:
- Apakah ada pagar atau pembatas antara rumah dan sungai, parit, atau kolam?
- Seberapa dalam air di parit depan rumah saat hujan dan saat pasang?
- Apakah kolong rumah panggung bisa diakses anak dan apakah ada genangan di bawahnya?
- Apakah pintu belakang yang mengarah ke air bisa dikunci di bagian atas, di luar jangkauan anak?
Kalau risikonya bisa ditutup dengan pagar dan pintu, itu bisa jadi bagian dari anggaran renovasi. Kalau tidak, misalnya rumah langsung menghadap sungai tanpa ruang untuk pagar, pertimbangkan dengan serius sebelum membeli. Genangan juga jadi tempat nyamuk berkembang biak, jadi perhatikan saluran yang mampet di sekitar rumah.
Lingkungan: Jalan, Sekolah, dan Taman
Rumah yang aman di dalam belum tentu aman di luar. Perhatikan jalan di depan rumah. Jalan yang menjadi jalur pintas kendaraan atau truk lebih berisiko daripada jalan buntu atau jalan lingkungan yang sepi. Rumah di dalam kompleks dengan satu pintu masuk biasanya lebih tenang.
Hitung jarak ke sekolah dengan mencobanya sendiri di jam berangkat sekolah. Tanyakan juga ke tetangga sekolah mana yang dipilih warga sekitar, termasuk tempat belajar mengaji seperti Taman Pendidikan Al-Qurโan (TPA) kalau itu penting bagi keluarga Anda.
Taman, lapangan, atau halaman masjid yang bisa dipakai anak bermain adalah nilai tambah. Di beberapa perumahan, ruang terbuka yang dijanjikan di brosur ternyata belum dibangun atau dipakai untuk hal lain, jadi lihat langsung. Panduan cek lingkungan sekitar punya daftar periksa yang lebih lengkap.
Perubahan Kecil Setelah Pindah
Tidak semua rumah sudah ramah anak saat dibeli, dan itu wajar. Beberapa perubahan kecil yang biasanya terjangkau:
- Pagar pengaman tangga dan pintu.
- Penutup stopkontak dan pengunci lemari.
- Pengunci atau teralis jendela lantai atas.
- Pagar pembatas ke arah sungai, parit, atau kolam.
- Sudut meja yang dibungkus pelindung.
Catat perubahan ini saat survei dan perkirakan biayanya, supaya bisa jadi bahan pertimbangan saat menawar.
Kesimpulan
Rumah ramah anak tidak harus mahal atau besar. Yang penting tata letaknya mudah diawasi, titik bahaya seperti tangga, jendela, listrik, dan air sudah diperhitungkan, serta lingkungannya mendukung kehidupan keluarga sehari-hari. Bawa daftar periksa saat survei, lihat rumah dari tinggi mata anak, dan hitung biaya perbaikan kecil sebelum menawar.
Kalau Anda sedang mencari rumah untuk keluarga di Banjarmasin, Banjarbaru, atau kota lain di Kalimantan Selatan, tim Vorneo Property bisa membantu mencarikan pilihan yang cocok.