Banyak keluarga di Kalimantan Selatan merawat orang tua di rumah sendiri, atau membeli rumah baru yang lebih dekat supaya mudah menjenguk. Rumah yang nyaman untuk orang muda belum tentu aman untuk orang tua berusia lanjut. Anak tangga yang dulu tidak terasa, lantai kamar mandi yang licin, atau lampu lorong yang redup bisa menjadi penyebab jatuh.

Artikel ini membahas apa yang perlu Anda cari saat memilih rumah untuk orang tua lansia, dan apa yang bisa diubah di rumah yang sudah ada.

Kenapa Rumah Satu Lantai Lebih Disarankan

Naik turun tangga makin berat seiring bertambahnya usia, apalagi untuk orang tua yang punya masalah lutut, keseimbangan, atau penglihatan. Rumah satu lantai menghilangkan risiko itu. Semua ruangan yang dipakai sehari-hari ada di satu permukaan.

Kalau keluarga Anda butuh rumah dua lantai, pastikan ada kamar tidur dan kamar mandi di lantai bawah untuk orang tua. Jangan menaruh orang tua di lantai atas hanya karena kamarnya lebih luas.

Perhatikan juga anak tangga di luar rumah. Banyak rumah di Banjarmasin dan sekitarnya dibangun lebih tinggi dari jalan karena tanah rawa dan risiko genangan, sehingga ada beberapa anak tangga dari jalan ke teras. Rumah panggung tradisional bahkan punya tangga yang cukup tinggi. Ini bukan alasan untuk langsung menolak rumah, tetapi Anda perlu menghitung apakah tangga itu bisa dibuat lebih landai atau diganti ramp.

Kamar Mandi: Ruangan yang Paling Perlu Diperhatikan

Kamar mandi adalah tempat lansia paling sering terjatuh. Lantainya basah, ruangnya sempit, dan sering ada ambang pintu atau beda tinggi lantai. Saat survei, perhatikan:

  • Jenis keramik lantai. Keramik mengilap sangat licin saat basah. Keramik bertekstur atau keset karet anti licin jauh lebih aman.
  • Beda tinggi antara lantai kamar mandi dan lantai kamar. Ambang tinggi mudah membuat tersandung.
  • Jenis kloset. Kloset duduk lebih mudah untuk lutut dibanding kloset jongkok.
  • Ruang untuk memasang pegangan di dekat kloset dan area mandi. Dinding harus cukup kuat untuk menahan beban.
  • Arah buka pintu. Pintu yang membuka ke luar, atau pintu geser, memudahkan keluarga masuk kalau orang tua terjatuh di dalam.

Bak mandi tinggi yang harus dipanjat atau dijangkau sambil membungkuk juga kurang cocok. Pancuran dengan kursi mandi biasanya lebih aman. Kalau Anda membeli rumah bekas, cek kamar mandi dan septic tank sekalian, termasuk saluran pembuangan yang mampet dan bau.

Kamar Tidur dan Jalur di Dalam Rumah

Kamar tidur orang tua sebaiknya dekat dengan kamar mandi, karena banyak lansia perlu ke kamar mandi pada malam hari. Jalur dari tempat tidur ke kamar mandi harus pendek, lurus, dan bebas dari barang.

Hal lain yang perlu dicek:

  • Lebar pintu dan lorong. Kalau orang tua memakai tongkat, alat bantu jalan, atau kursi roda, pintu yang sempit akan menyulitkan.
  • Karpet kecil dan keset yang mudah bergeser. Ini penyebab tersandung yang sering diremehkan.
  • Kabel yang melintang di lantai.
  • Sakelar lampu yang bisa dijangkau dari pintu dan dari tempat tidur.
  • Ketinggian tempat tidur dan kursi. Yang terlalu rendah membuat susah berdiri.

Pencahayaan dan Udara

Penglihatan berkurang seiring usia, jadi rumah untuk lansia butuh pencahayaan lebih terang. Pasang lampu malam kecil di jalur ke kamar mandi, dan pastikan teras serta tangga luar cukup terang.

Udara panas juga lebih berat untuk orang tua. Kamar yang terkena matahari sore tanpa ventilasi bisa sangat gerah. Rumah dengan bukaan silang dan atap yang tidak langsung memanaskan ruangan akan lebih nyaman. Panduan rumah sejuk di iklim tropis membahas caranya.

Jarak ke Layanan Kesehatan

Untuk lansia, lokasi rumah bukan hanya soal jarak ke pasar atau masjid. Jarak dan waktu tempuh ke layanan kesehatan sama pentingnya. Saat memilih rumah, cek:

  • Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) atau klinik terdekat dan jam layanannya.
  • Rumah sakit yang bisa dijangkau dalam keadaan darurat, termasuk saat jalan macet atau tergenang.
  • Apotek di sekitar rumah.
  • Apakah ambulans atau mobil bisa masuk sampai depan rumah. Gang sempit atau jembatan kayu di kawasan tepi sungai bisa menyulitkan saat darurat.

Kalau orang tua rutin kontrol ke dokter spesialis, coba perjalanan ke sana dari calon rumah di jam yang sama dengan jadwal kontrolnya.

Lingkungan dan Kehidupan Sosial

Rumah yang aman tetapi terisolasi juga bukan pilihan yang baik. Banyak orang tua betah karena bisa bertemu tetangga, pergi ke masjid atau langgar, dan ikut pengajian. Lingkungan yang rata dan mudah dilalui dengan berjalan kaki membuat mereka tetap aktif.

Pertimbangkan juga jarak ke rumah anak dan cucu. Rumah yang sedikit lebih kecil tetapi dekat dengan keluarga sering lebih berguna daripada rumah besar yang jauh. Panduan cek lingkungan sekitar bisa membantu saat survei.

Merenovasi Rumah yang Sudah Ada

Kalau orang tua ingin tetap tinggal di rumah lama, banyak perubahan bisa dilakukan tanpa membangun ulang:

  • Ganti keramik kamar mandi atau pasang lapisan anti licin.
  • Pasang pegangan di kamar mandi, lorong, dan tangga.
  • Ganti kloset jongkok dengan kloset duduk.
  • Buat ramp di pintu masuk, atau tambah pegangan di kedua sisi tangga.
  • Pindahkan kamar orang tua ke ruangan terdekat dengan kamar mandi.
  • Tambah lampu di lorong, teras, dan tangga.

Untuk pekerjaan yang menyentuh struktur atau saluran air, gunakan tukang atau kontraktor yang jelas. Panduan memilih kontraktor bisa jadi pegangan.

Kesimpulan

Rumah untuk orang tua lansia sebaiknya satu lantai atau setidaknya punya kamar dan kamar mandi di lantai bawah, dengan lantai yang tidak licin, pencahayaan terang, dan jalur yang bebas hambatan. Lokasinya perlu dekat dengan layanan kesehatan dan keluarga. Libatkan orang tua dalam keputusan, karena rumah yang aman hanya berguna kalau mereka betah tinggal di sana.

Kalau Anda sedang mencari rumah satu lantai untuk orang tua di Banjarmasin, Banjarbaru, atau kota lain di Kalimantan Selatan, tim Vorneo Property bisa membantu mencarikan pilihannya.